Pengertian dan Sejarah Perkembangan Cryptocurrency

Mungkin anda sudah sering mendengar tentang Bitcoin sebagai mata uang digital yang harganya sangat mahal jika dikonversikan dalam mata uang nyata. Namun selain Bitcoin, masih ada banyak mata uang digital lainnya dan tergolong ke dalam cryptocurrency atau mata uang kripto. Cryptocurrency adalah mata uang digital yang terdiri banyak jenis mata uang seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Monero, Dash, Sumokoin, Ripple, Zcash, dan masih banyak lagi namun yang paling populer saat ini adalah Bitcoin.

Apa Itu Cryptocurrency?

Pengertian cryptocurrency atau mata uang kripto adalah mata uang digital atau virtual yang dapat digunakan dalam transaksi online yang dibuat menggunakan sistem kriptografi dan dikenal memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Sistem kriptografi sudah ada sejak Perang Dunia II dan dianggap aman karena menggunakan kode-kode rahasia yang cukup canggih. Cryptocurrency juga demikian, dibuat dengan cara memecahkan kode-kode berdasarkan sistem kriptografi.

Cryptocurrency berasal dari kata “cryptography” yang artinya kode rahasia dan “currency” yang artinya mata uang. Cryptocurrency didukung oleh jaringan komputer yang terdesentralisasi atau tidak terpusat karena jauh lebih aman dibandingkan dengan yang sifatnya terpusat. Nilai mata uang digital ditentukan dari proses pembuatannya dengan memecahkan kode yang rumit, kelangkaan, kepercayaan, dan nilai enkripsinya yang unik.

Saat ini cryptocurrency sudah ada hingga 904 jenis dan yang paling terkenal dan banyak digunakan adalah Bitcoin yang dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto. Kemunculan Bitcoin yang sangat sukses mulai memunculkan mata uang digital lainnya dan bersaing terus menerus. Bitcoin memiliki harga yang cukup mahal bahkan dapat mencapai 7.500 USD atau jika dirupiahkan sekitar Rp 105 juta. Cryptocurrency bukan hanya ada di Indonesia saja namun hampir ada di seluruh dunia.

Sejarah Crptocurrency

Tepatnya pada awal tahun 2009, penemu Bitcoin yang saat ini identitasnya masih misterius dan dikenal sebagai Satoshi Nakamoto memperkenalkan Bitcoin. Satoshi Nakamoto mempublikasikan paper akademis sebanyak 9 halaman dengan judul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”. Paper tersebut dianggap menjadi permulaan awal munculnya cryptocurrency yang membawa transaksi pertama Bitcoin tahun 2009. 

Saat itu harga Bitcoin masih dalam pecahan sen atau sekitar $6.300 per koin dan harga awal kurang dari $0.01 kemudian semakin meningkat hingga lebih dari 1 juta pada dekade terakhir. Bitcoin digambarkan sebagai ‘sistem kas elektronik peer-to-peer’ yang terdesentralisasi artinya tidak ada server yang terlibat dan tidak ada otoritas pengendali pusat atau sistem yang tidak terpusat. Konsep ini mirip dengan jaringan peer-to-peer untuk berbagi file.

Transaksi Bitcoin pertama kali dilakukan secara privat namun tidak ada yang tahu bagaimana dan kapan transaksi dilakukan. Namun dipercaya jika transaksi dilakukan oleh Satoshi Nakamoto dan developer Hal Finney. Banyak yang menduga bahwa Finney yang sudah meninggal pada tahun 2014 merupakan Satoshi Nakamoto namun hal ini belum terbukti.

Bitcoin mulai berkembang sebagai cryptocurrency pertama dan menarik perhatian banyak orang pada Mei 2010 sebagai hari yang dikenal dengan “Bitcoin Pizza Day” karena pada saat itu tepatnya 22 Mei, Laszlo Hanyecz sebagai seorang penggemar Bitcoin melakukan transaksi real-world dengan membeli dua pizza Papa John menggunakan Bitcoin. Ia menukarkan 10.000 Bitcoin dengan dua pizza besar Papa John.

Perkembangan Bitcoin yang terus berlanjut mulai meningkatkan daya tarik orang-orang yang mulai mengembangkan mata uang digital yang lain selain Bitcoin. Pada tahun 2013, terjadi inflasi besar-besaran pada mata uang digital bahkan pada akhir 2013, cryptocurrency mengalami peningkatan harga dari $100 per koin menjadi $1.000 hanya dalam waktu satu bulan sebelum akhirnya berkurang separuh harga selama empat bulan ke depan.

Kenaikan tersebut menjadi perbincangan banyak orang setelah beberapa minggu sebelumnya banyak yang menganggap Bitcoin hanyalah sebuah lelucon. Namun setelah terjadi penurunan, harga cryptocurrency tidak pernah mencapai $1.000 lagi hingga tahun 2017. Saat itu juga terdapat kejadian penting di mana merupakan kejatuhan Mt Gox yang merupakan exchange cryptocurrency atau bursa yang menyediakan pertukaran mata uang digital dengan uang tunai.

Mt Gox mengajukan perlindungan kebangkrutan karena diretas hingga $500 juta Bitcoin dan $30 juta deposito uang tunai. Kejadian peretasan tersebut merupakan kejadian paling besar yang pernah terjadi sejak cryptocurrency dikembangkan yang berdampak pada reputasi mata uang digital sebagai aset yang minim proteksi bagi penggunanya.

Peningkatan cryptocurrency pada tahun 2017 membuat nilai Bitcoin juga meningkat dari sekitar $1.000 per koin hingga hampir $20.000 per koin. Dikatakan bahwa kejadian ini karena fork Bitcoin membagi Bitcoin menjadi BTC dan Bitcoin Cash karena developer asal Tiongkok. Pada tahun 2017 juga merupakan usaha publik besar pertama dari berbagai institusi keuangan yang melibatkan diri dalam cryptocurrency yaitu CME dan Cboe asal AS.

Kedua institusi keuangan tersebut membuat bursa platform bagi pengguna untuk melakukan transaksi trading cryptocurrency bahkan berbagai bank besar mulai mengumumkan proyek yang melibatkan cryptocurrency. Pada akhir tahun 2018, harga Bitcoin mengalami penuruan dari $20.000 menjadi $10.000 per koin. Bitcoin semakin menurun selama awal tahun 2018 sebelum mulai stabil pada kisaran $7.000.

Meskipun cryptocurrency adalah mata uang digital yang saat ini semakin berkembang hingga terdapat 904 jenis mata uang digital saat ini dan telah memiliki banyak platform trading yang semakin banyak untuk melayani kebutuhan trading pengguna, mata uang digital ini ditakutkan akan gagal pada akhirnya. Masa depan cryptocurrency menjadi kekhawatiran para investor yang aktif di dunia digital.Deskripsi : cryptocurrency adalah mata uang digital yang bisa digunakan untuk transaksi virtual yang aman karena proses pembuatannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.